Langsung ke konten utama

In-depth news

Doc : Mafriha Azida

SMA Takhassus Al-Quran, Sekolah Rujukan Nasional

Sistem pembelajaran yang diterapkan oleh pihak sekolah yakni menggunakan kurikulum 2013, serta UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri). Para siswa dituntut untuk lebih mandiri, dengan mencari materi pembelajaran sendiri. Mereka hanya diberi bab atau materi apa saja yang akan mereka pelajari dalam satu semester.    "Proses pembelajaran di dalam kelas dengan mempresentasikan materi dari masing-masing kelompok. Selain itu, di setiap kelas diterapkan tutor sebaya", ucap Rena salah seorang siswa dari Kelas Bahasa 1. SMA Takhassus Al-Quran atau yang sering disebut SMATAQ merupakan salah satu sekolah rujukan nasional selain SMA N 1 Wonosobo.    Namun pada awal tahun 2018 predikat sekolah rujukan nasional tersebut berpindah ke SMA Muhammadiyah Wonosobo. Karena setiap 5 tahun sekali akan ada pergantian predikat sekolah. Smataq bisa mendapatkan predikat sekolah rujukan nasional karena sistem pembelajarannya yang berbeda dengan sekolah lain.   Sistem pembelajaran di sekolah tersebut diterapkan seperti sistem perkuliahan. Selain menggunakan sistem SKS, juga terdapat moving class serta adanya pembimbing akademik (PA). "Sistem yang diterapkan para sekolah ini memang berbeda dengan sekolah lain, dan dari sekolah ini sangat diunggulkan program tahfidznya. Banyak siswa yang lulus dari sini juga telah menyandang Al-hafidz atau Al-hafidzah", tutur Mardiyanti selaku pembimbing akademik dari kelas bahasa satu (1).   Mereka mampu memahami pelajaran keagamaan begitu pula pelajaran umum. Mereka justru diberi daya ingat yang kuat dalam menghafal pelajaran. Di sekolah tersebut juga sering dijadikan reset bagi para dosen.   "Sekolah ini tidak hanya mengutamakan akademiknya saja melainkan pembentukan akhlaqul karimah bagi para siswanya. Karena sekarang ini, banyak sekolah yang hanya mengandalkan prestasi umumnya namun tidak memperhatikan akhlak para siswanya", ujar KH Abdurrahman Al-Asy'ary selaku kepala sekolah.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...