Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Syair: tak bersajak

Terkenang Kujajaki lorong waktu Melintasi titian batu alam Perih, lara terasa Sebab pergi tanpa alas kaki Kini, aku tiba Dalam sebuah ruang sunyi Namun berpenghuni Terpandang indah nan mempesona Terwalak di bawah dua jabal Sindoro Sumbing Kau terbentang Bernaung sawang langit Lega sudah mengenalmu Kini kita berjarak Berpuluh cerita lama Terukir dalam ingatan Rindu, gelebah, gelisah Berlainan aksara Menjadi balasan Sebab salam perpisahan usai Rindu... Terbangun di sepertiga malam Berpasrah akan esok hari Menitikkan air mata Khidmat, khusyuk  Dalam keheningan  Berhawa dingin Sungguh damai sanubari Kala itu... Asrama kecil Pojokan sekolah Tempat kuberteduh Pekikan, sorakan  Sungguh mencipta tawa Dua tahun sudah, Diri ini tahu dan mengenalmu Berulang kali mengisi kesibukan Mengalihbahasakan bahasa Timur Tengah Hingga Bahasa Negeri Paman Sam Kuucap terimakasih Atas pelajaran Akan kesederhanaan, kesantunan, kesabaran Serta perihal lain yang terabadikan rapi Dalan manuskrip bern...

Syair: makhluk biasa

Sembah Waktu terus beralih Meski aku berdalih Perangai diri kerap kali lengah Kala terpendam amarah Tuhan pemilik semesta alam Memujamu dalam ucap Cara sederhana Aku merinduimu Menghamba Mengucap syukur Menghadap-Mu Tuhan... Lima waktu kupinta rahmat-Mu Muara berkisah segala yang berjiwa Sungguh ke hadirat-Mu Aku kembali Gemerlap dunia  Mengelamkan nurani Hingga melangkah tak tentu arah Keliru, salah, sesat Lalu khilaf Kasihi aku dalam keibaan-Mu Tak berdaya Tanpa naungan-Mu Memberkati makhluk langit pula bumi Menebar kebaikan Silih asih antar sesama Lantas Tuhan meninggikan harkatmu Di hadapan seluruh anak Adam -Spread the kindnesses everywhere you are-

Syair Renungan

Doc : Mafriha Azida Nista Diam,  Aku tak bersuara Bukan karena jemawa Aku termangu, Dalam sunyi di sekelilingku Khayalku telah mengajak berdarma wisata Namun aku memilih singgah Dalam ruang gelap, tak berpenghuni Hanya ada aku dan keheningan Sungguh aku ingin menimpali seribu tanyamu Tetapi tiada satupun suaramu Yang aku terima, Ya karena Tuhan telah menggariskan Mendengar, verba yang musykil bagiku Telinga ini sudah selesai melaksanakan tugas Kini silih berganti dengan hati Mendengar dalam keheningan yang mencipta sebuah makna Kehidupan... -Kadangkala hati mampu mendengar dan memaknai ucapan, ketika telinga sedang tidak berperan