Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

In-depth news

Doc : Mafriha Azida SMA Takhassus Al-Quran, Sekolah Rujukan Nasional Sistem pembelajaran yang diterapkan oleh pihak sekolah yakni menggunakan kurikulum 2013, serta UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri). Para siswa dituntut untuk lebih mandiri, dengan mencari materi pembelajaran sendiri. Mereka hanya diberi bab atau materi apa saja yang akan mereka pelajari dalam satu semester.      "Proses pembelajaran di dalam kelas dengan mempresentasikan materi dari masing-masing kelompok. Selain itu, di setiap kelas diterapkan tutor sebaya", ucap Rena salah seorang siswa dari Kelas Bahasa 1. SMA Takhassus Al-Quran atau yang sering disebut SMATAQ merupakan salah satu sekolah rujukan nasional selain SMA N 1 Wonosobo.      Namun pada awal tahun 2018 predikat sekolah rujukan nasional tersebut berpindah ke SMA Muhammadiyah Wonosobo. Karena setiap 5 tahun sekali akan ada pergantian predikat sekolah. Smataq bisa mendapatkan predikat sekolah rujukan...

Artikel

Tempat Pembuangan Sampah Ganggu Pembelajaran Sekolah Sampah merupakan suatu benda atau barang yang sudah tidak dipergunakan lagi ataupun fungsi dari benda tersebut sudah dimanfaatkan. Sampai sekarangpun permasalahan sampah bukan menjadi rahasia umum lagi. Berbagai penanganan telah dilakukan oleh pemerintah ataupun masyarakat. Sampah terdiri dari dua macam, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Seperti dedaunan busuk dan kotoran hewan. Sedangkan sampah anorganik biasanya berasal dari plastik, besi dan SDA yang tidak dapat diperbaharui.  Sampah sangat mengganggu bagi lingkungan sekitarnya apalagi baunya yang begitu menyengat. Di daerah Wonosobo terdapat sebuah sekolah di mana terdapat tempat pembuangan sampah dibelakangnya. Namun seringkali bau menyengat sampah sangat mengganggu proses pembelajaran begitu pula ketika pembakaran sampah, asapnya sangat mengganggu. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan...

Opini

Sistem SKS Bagi siswa SMA Sistem pendidikan di Indonesia setiap periode pergantian menteri selalu dirubah kebijakannya. Dulu pernah diterapkan kurikulum 2006 atau KTSP. Pemerintah bukan membenahi sistemnya, tetapi seringkali mengubahnya tanpa pikir panjang. Pergantian kurikulum KTSP, digantikan dengan kurikulum 2013. Di kurikulum 2013 ini siswa dituntut untuk lebih aktif dan mandiri dalam memecahkan masalah di dalam kelas. Namun tidak sedikit siswa yang mengeluh dengan kurikulum 2013 dirasa membuat siswa harus belajar lebih keras lagi karena jam pelajaran lebih padat bila dibandingkan dengan yang sebelumnya.  Begitu pula pelaksana dari pendidikan ialah guru. Mereka sering kali kalang kabut karena kebijakan pemerintah yang berubah-ubah. Pemerintah tidak memikirkan betapa susahnya pihak-pihak yang berada di bawahnya. Mereka hanya mengikuti alur kebijakan pemerintah. Beda lagi sistem pendidikan yang diterapkan di SMA Takhassus Al-Quran Wonosobo. Sekolah tersebut mengg...

Features News

Semangat Juang Para Difabel yang Ditelantarkan Di tengah-tengah kepelikan dunia, orang -orang yang hanya memikirkan kemewahan mereka. Ada seorang lelaki yang bernama Amin, dia berumur 24 tahun. Merupakan salah satu mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang yang berkebutuhan khusus. Dia tetap berkeinginan kuliah di universitas umum meskipun banyak orang yang memandangnya sebelah mata. Amin berasal dari Salatiga. Namun ketika di Semarang, dia bertempat tinggal di Asrama Sahabat Mata. Kesehariannya sama seperti teman-teman lainnya. Rajin berangkat ke kampus, selain itu dia juga tetap mengikuti ukm di kampus.   Dia juga mengikuti serangkaian oprec missi, salah satunya yakni Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada tanggal Hari Sabtu (28/9). "Saya menyadari bahwa orang seperti saya terkadang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Namun saya tidak ingin mendapat perlakuan istimewa di kampus ini, saya ingin seperti orang biasa," tutur Amin. Setiap pagi dia beran...

Straight News

PMII Rayon Dakwah Adakan Mapaba 2019 KENDAL-Pelaksanaan Masa Pengenalan Mahasiswa Baru (MAPABA) Rayon Dakwah 2019 diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Dakwah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ponpes Pandanaran Kecamatan Boja, Kendal. Pada Hari Jumat (4/10) pukul 19.00 WIB para mahasiswa berkumpul di lapangan kampus 3 UIN Walisongo Semarang, mereka berkumpul untuk menunggu pemberangkatan kloter ke-dua setelah kloter pertama sudah diberangkatkan. "Pemberangkatan yang dibuat menjadi dua kloter, tidak begitu efektif. Karena kloter yang pertama dan kedua hanya selisih sekitar dua jam, sedangkan untuk  mengkondisikan para mahasiswa membutuhkan waktu yang lumayan lama sehingga tidak kondusif", tutur Akhsan, salah seorang mahasiswa yang mengikuti mapaba. Namun pemberangkatan tersebut, berjalan lancar meskipun awalnya ada beberapa kendala. Kegiatan mapaba tersebut, merupakan serangkaian acara yang harus diikuti oleh para mahasiswa yang akan terjun ke PMII (Pergerakan M...