Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Merawat Kejujuran

~ Perlahan lepaskan topeng karaktermu, Mulailah jujur pada dirimu ~ Sedari kecil kita sudah dididik untuk menjadi seseorang yang berperilaku baik. Entah itu berkata santun, jujur, sabar, tidak sombong, dermawan serta segala hal yang dianggap baik. Perangai tersebut menjadi pelajaran mendasar bagi kita semua. Namun, nyatanya untuk membiasakannya (re: perangai baik) juga tidak mudah. Karena peran orang tua menjadi hal penting dan utama dalam membentuk karakter anak-anaknya. Untuk menjadi orang tua (seperti yang pernah saya dengar) itu tidak mudah. Diperlukannya wawasan ataupun ilmu parenting yang cukup. Seperti saat melatih anaknya berkata jujur. Terkadang ketika kita mendengar kata “jujur” itu sudah menjadi hal yang terlalu biasa. Padahal untuk mambentuk karakter jujur pada seseorang itu butuh upaya yang tidak sebentar. We need a patience to form a good character. Membentuk karakter jujur itu butuh konsistensi. Semisal dari kecil kita sudah membiasakan berkata jujur, namun bukan b...

Bayang(an)

  Sepersekian detik, waktu terasa berhenti. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki. Tap, tap, tap Mendengarnya, membuat diriku bergetar dan harus mengatur detak jantung yang kian cepat berdetak. Menoleh ke kanan, ke kiri ternyata tidak ada wujud orang yang tertangkap mata. Jantungku kian cepat berdetak dari sebelumnya, bahkan detaknya mampu kudengar.  Tap, tap, tap, tap Diriku terbangun dari alam bawah sadar. Ternyata hanya mimpi. __ Seseorang mesti punya bayangan dalam kehidupannya masing-masing. Bayangan tentang seseorang, bayangan akan masa lalunya maupun bayangan akan kehidupannya mendatang. Tentu sudah jelas berbeda bukan?  Ya, berbeda dari segi waktu.  Perbincangan tentang dimensi waktu memang menjadi suatu hal klise. Kita biasa mendengar. Masa lalu, sekarang, dan masa depan. Pembagian dimensi waktu dari zaman bahela ya memang seperti itu.  Namun, yang berbeda hanyalah cara seseorang menyikapi 3 dimensi waktu itu. Ada yang berleha-leha menunggu ...