Langsung ke konten utama

Features News

Semangat Juang Para Difabel yang Ditelantarkan

Di tengah-tengah kepelikan dunia, orang -orang yang hanya memikirkan kemewahan mereka. Ada seorang lelaki yang bernama Amin, dia berumur 24 tahun. Merupakan salah satu mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang yang berkebutuhan khusus. Dia tetap berkeinginan kuliah di universitas umum meskipun banyak orang yang memandangnya sebelah mata.

Amin berasal dari Salatiga. Namun ketika di Semarang, dia bertempat tinggal di Asrama Sahabat Mata. Kesehariannya sama seperti teman-teman lainnya. Rajin berangkat ke kampus, selain itu dia juga tetap mengikuti ukm di kampus.   Dia juga mengikuti serangkaian oprec missi, salah satunya yakni Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada tanggal Hari Sabtu (28/9).

"Saya menyadari bahwa orang seperti saya terkadang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Namun saya tidak ingin mendapat perlakuan istimewa di kampus ini, saya ingin seperti orang biasa," tutur Amin. Setiap pagi dia berangkat ke kampus naik BRT. Namun hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dari Amin. Ketika pulang dia menunggu BRT di dekat kampus 3 UIN Walisongo.

Amin menuturkan bahwa orang tuanya pernah menyuruhnya untuk tidak berkuliah. Namun dia berpikir pekerjaan apa yang bisa dilakukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti pelatihan memijat di Temanggung. 

Setelah beberapa bulan mengikuti pelatihan, Amin  berharap dia bisa langsung kerja, namun tidak sesuai ekspektasi dirinya tidak terwujud. Amin menemukan beberapa kendala. Sehingga dia menganggur beberapa bulan.

Ada sebuah tekat kuat yang menghampiri Amin. Dia berkeinginan kuliah, namun ada kendala dari restu orang tuanya. Orang tua Amin khawatir jika dia tidak bisa mengikuti aktifitas perkuliahan seperti teman-temannya.  

Akhirnya Amin diperbolehkan untuk berkuliah. Dia mendaftar ke UIN Walisongo Semarang lewat jalur mandiri. Dia juga tetap mengikuti tes seleksinya seperti teman-teman yang lain hanya saja mendapat bantuan dari kakak tingkat. 

Tuhan telah merencanakan sedemikian adanya sehingga Amin bisa berkuliah. Dia tidak memperdulikan kekurangan yang dimilikinya. Namun dia menunjukkan semangat juang yang luar biasa.

Komentar