Langsung ke konten utama

Syair: tak bersajak




Terkenang


Kujajaki lorong waktu
Melintasi titian batu alam
Perih, lara terasa
Sebab pergi tanpa alas kaki

Kini, aku tiba
Dalam sebuah ruang sunyi
Namun berpenghuni
Terpandang indah nan mempesona

Terwalak di bawah dua jabal
Sindoro Sumbing
Kau terbentang
Bernaung sawang langit

Lega sudah mengenalmu
Kini kita berjarak
Berpuluh cerita lama
Terukir dalam ingatan

Rindu, gelebah, gelisah
Berlainan aksara
Menjadi balasan
Sebab salam perpisahan usai

Rindu...
Terbangun di sepertiga malam
Berpasrah akan esok hari
Menitikkan air mata

Khidmat, khusyuk 
Dalam keheningan 
Berhawa dingin
Sungguh damai sanubari
Kala itu...

Asrama kecil
Pojokan sekolah
Tempat kuberteduh
Pekikan, sorakan 
Sungguh mencipta tawa

Dua tahun sudah,
Diri ini tahu dan mengenalmu
Berulang kali mengisi kesibukan
Mengalihbahasakan bahasa Timur Tengah
Hingga Bahasa Negeri Paman Sam

Kuucap terimakasih
Atas pelajaran
Akan kesederhanaan, kesantunan, kesabaran
Serta perihal lain yang terabadikan rapi
Dalan manuskrip bernuansa makna




-Wonosobo, The Soul Of Java-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...