Sepersekian detik, waktu terasa berhenti. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki.
Tap, tap, tap
Mendengarnya, membuat diriku bergetar dan harus mengatur detak jantung yang kian cepat berdetak.
Menoleh ke kanan, ke kiri ternyata tidak ada wujud orang yang tertangkap mata. Jantungku kian cepat berdetak dari sebelumnya, bahkan detaknya mampu kudengar.
Tap, tap, tap, tap
Diriku terbangun dari alam bawah sadar. Ternyata hanya mimpi.
__
Seseorang mesti punya bayangan dalam kehidupannya masing-masing. Bayangan tentang seseorang, bayangan akan masa lalunya maupun bayangan akan kehidupannya mendatang. Tentu sudah jelas berbeda bukan? Ya, berbeda dari segi waktu.
Perbincangan tentang dimensi waktu memang menjadi suatu hal klise. Kita biasa mendengar. Masa lalu, sekarang, dan masa depan. Pembagian dimensi waktu dari zaman bahela ya memang seperti itu.
Namun, yang berbeda hanyalah cara seseorang menyikapi 3 dimensi waktu itu. Ada yang berleha-leha menunggu datangnya keberuntungan, ada yang berjuang keras mewujudkan harapan dan banyak macam manusia yang menghuni bumi ini. Tetapi, itu semua adalah keputusan. Keputusan mengandung konsekuensi dan tanggung jawab.
Saat diri kita tidak siap menerimanya (re: konsekuensi dan tanggung jawab), lepaskan apa yang sebelumnya kita pilih. Pilihan masih banyak. Kita bisa belajar menerima konsekuensi dari berbagai pilihan. Semoga kita menjadi sosok yang bijak dalam memilihnya. Semoga...
~About a time changes us to be better~
Smg, 16/02
Komentar
Posting Komentar