Langsung ke konten utama

Bayang(an)

 


Sepersekian detik, waktu terasa berhenti. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki.


Tap, tap, tap


Mendengarnya, membuat diriku bergetar dan harus mengatur detak jantung yang kian cepat berdetak.


Menoleh ke kanan, ke kiri ternyata tidak ada wujud orang yang tertangkap mata. Jantungku kian cepat berdetak dari sebelumnya, bahkan detaknya mampu kudengar. 


Tap, tap, tap, tap


Diriku terbangun dari alam bawah sadar. Ternyata hanya mimpi.


__


Seseorang mesti punya bayangan dalam kehidupannya masing-masing. Bayangan tentang seseorang, bayangan akan masa lalunya maupun bayangan akan kehidupannya mendatang. Tentu sudah jelas berbeda bukan?  Ya, berbeda dari segi waktu. 

Perbincangan tentang dimensi waktu memang menjadi suatu hal klise. Kita biasa mendengar. Masa lalu, sekarang, dan masa depan. Pembagian dimensi waktu dari zaman bahela ya memang seperti itu. 

Namun, yang berbeda hanyalah cara seseorang menyikapi 3 dimensi waktu itu. Ada yang berleha-leha menunggu datangnya keberuntungan, ada yang berjuang keras mewujudkan harapan dan banyak macam manusia yang menghuni bumi ini. Tetapi, itu semua adalah keputusan. Keputusan mengandung konsekuensi dan tanggung jawab. 

Saat diri kita tidak siap menerimanya (re: konsekuensi dan tanggung jawab), lepaskan apa yang sebelumnya kita pilih. Pilihan masih banyak. Kita bisa belajar menerima konsekuensi dari berbagai pilihan. Semoga kita menjadi sosok yang bijak dalam memilihnya. Semoga...



~About a time changes us to be better~



Smg, 16/02

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...