Pertengahan
bulan Juni adalah waktu yang mereka tunggu, karena Juni adalah awal masuk SMA.
Zizi yang merupakan lulusan madrasah tsanawiyah berkeinginan melanjutkan
sekolahnya ke sekolah yang berbasis agama, yakni terdapat pondok pesantren.
Akhirnya dia memilih untuk mendaftar sekolah SMA di Wonosobo. SMA Takhassus
Al-Quran. Entah apa yang menuntun Zizi untuk mendaftar di sekolah tersebut.
Mungkin saja jalan yang sudah digariskan Tuhan.
Sebelum masuk
sekolah, segala sesuatu yang menjadi persyaratan masuk ke SMA itu sudah Zizi
persiapkan, hanya tinggal menunggu waktu dia berangkat. Waktu yang Zizi tunggu
sudah tiba. Dia berangkat ke Wonosobo bersama orang tuanya. Sembari memantapkan
niatnya untuk pergi merantau menuntut ilmu. Setelah sekitar tiga jam dalam perjalanan,
akhirmya Zizi dan orang tuanya sampai di Wonosobo.
Dia berkeliling
sebentar untuk melihat suasana di sekolah tersebut. Ada rasa yang tidak bisa
Zizi utarakan, rasa tenang dalam dirinya. Mungkin saja karena berada di
lingkungan santri yang masih menjunjung tinggi adab kesopanan atau ta’dzimnya
terhadap orang lain. Disitulah kemantapan Zizi untuk berskolah disana semakin
nyata.
Masa Orientasi
Siswa(MOS) adalah awal kegiatan Zizi untuk memulai aktifitasnya di SMA. Dia
bisa berkenalan dengan siswa baru lainnya. Pada awalnya mereka hanya saling
pandang, tanpa ada kata yang mampu mereka ucap. Seperti pada awalnya berkenalan
dengan teman baru. Merasa malu, namun ada keinginan untuk bisa bertegur sapa.
Hari demi hari Zizi lebih terbiasa dengan keadaan di pondok yang sangat berbeda
ketika dia berada di rumah dulu.
Rona
kebahagiaan terpancar pada wajah Zizi setiap harinya. Dia begitu menyukai teman
barunya, mereka humoris dan baik hati. Rahna adalah teman baru Zizi yang
berasal dari Riau, Zizi sangat sering bertukar cerita tentang masalah tentang
dirinya dan begitu pula dengan Rahna. Tidak hanya Rahna, Zizi mempunyai teman
seangkatan pondoknya yakni Syafa, Sasa, Syifa, dan Ayun. Mereka bisa menghargai
satu sama lain dengan perbedaan yang mereka miliki.
Suatu hari Zizi
merasa tidak tenang dan Rahna melihatnya dan bertanya, “Ada apa dengan kamu
Zi?”. Diri ini hanya mampu menjawab dalam diamnya. Namun Rahna terus mendesak
Zizi agar menjawabya. Zizipun menjawabnya, “Ada yang aku pikirkan na, bapak
ibukku ingin aku bisa ikut program percepatan sekolah atau akselerasi. Mungkin
saja, aku bisa melewatinya. Namun kata pembimbing akademikku angkatan kita
tidak ada program akselerasi.” Kami berdua terdiam. Rahna akhirnya mengerti apa
yang harus dia lakukan kepada Zizi, dia terus memberi motivasi kepada Zizi
sejak saat itu.
Beberapa minggu kemudian, hal yang tidak
pernah Zizi pikirkan akan terjadi. Pembimbing akademiknya mengatakan bahwa
ternyata kepala sekolah mengharapkan agar tetap ada program akselerasi di
angkatanku. Akhirnya Zizi bisa mengikuti program lulus dua tahun atau
akselerasi. Rajin belajar dan menjaga ibadah adalah hal yang Zizi istiqomahkan.
Sekarang dia hanya fokus dengan apa yang telah menjadi jalan hidupnya.
Dibalik
keinginan yang bisa Zizi raih, ada hal yang membuat Zizi bersedih. Teman-teman
yang biasa bareng Zizi, menjauh satu demi satu. Entah apa yang membuat mereka
melakukan hal itu. Suatu hari, ketika Zizi dan teman-temannya sedang berkumpul
di masjid ketika meunggu ustadzahnya datang, mereka berbincang-bincang.
Zizi
memberanikan bertanya pada teman-temannya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
“Eh apa aku punya salah sama kalian semua?” tukas Zizi. Teman-teman Zizi
bingung apa maksud dari pertanyaan Zizi tadi. Namun mereka akhirnya paham apa
yang Zizi maksud. Meraka hanya tersenyum satu sama lain. Hal itu membuat Zizi
bertambah bingung. Syafapun menjawab bahwa apa yang mereka lakukan pada Zizi
bukan berarti mereka menjauhi Zizi. Hanya saja mereka ingin Zizi fokus belajar,
dan tidak ada yang mengganggu. Namun menurut Zizi hal yang mereka lakukan malah
membuat pertemanan mereka renggang. Cara yang mereka lakukan salah. Akhirnya
pertanyaan yang selalu ditanyakan pada dirinya sendiri sudah terjawab.
Zizi merasa
lega karena sebenarnya hanya kesalahpahaman yang ada. Bulan demi bulan berlalu.
Ujian hampir tiba. Namun ada rasa yang mengganjal dihati Zizi ketika dia harus
lulus duluan meninggalkan teman seangkatannya. Tapi waktu telah menggariskan
sedemikian rumitnya. Namun pada akhirnya perpisahan akan mereka hadapi juga.
Waktu telah mempersilahkan mereka dalam ruang pertemanan.
Senin besok
ujian nasional akan dilaksanakan. Siswa kelas tiga dan kelas dua program
akselerasi mengikuti serangkaian acara istighosah di ruang serba guna sekolah.
Mereka berdoa dengan khusyu agar bisa diberi kelancaran dalam mengikuti ujian
tersebut.
Ujianpun tiba,
hanya ada keheningan di sekolah. Para siswa sangat bersungguh-sungguh dalam
mengerjakan soal. Begitu pula Zizi yang sudah belajar sungguh-sungguh untuk
menghadapi ujian. Mereka melaksanakan ujian selama empat hari.
Akhirnya mereka
telah selesai mengikuti ujian nasional, dan menunggu pengumumannya beberapa
minggu lagi. Zizi merasa lega setelah mengikuti ujian selama empat hari itu
yang membuat Zizi selalu tidak tenang karena gugup. Waktu menunggu pengumuman
ujian, dimanfaatkan untuk berlatih acara perpisahan pondok dan sekolah.
Hari
perpisahanpun tiba, mereka telah mengenakan kebaya dan siswa putra memakai jas
dalam acara perpisahan tersebut. Serangkaian acara pada hari ituberjalan
lancar, suasana penuh haru sangat teras pada acara itu. Pertemuan mereka di
awal sekolah, hingga perjalanan sampai mengikuti ujian sangat menjadi kenangan
yang sulit dilupakan oleh Zizi. Proses perjuangan Zizi akhirnya tidak sia-sia,
yang pada awalnya harapannya pupus, ternyata bisa dia dapatkan pada akhirrnya.
Setelah acara
perpisahan tersebut Zizi berpamitan dengan teman-temannya, dan membawa
barang-barang miliknya untuk dibawa pulang. Tangisan yang menunjukkan
pertemanan mereka sangat indah. Namun tuhan memisahkan Zizi dengan
teman-temannya lebih cepat dari yang mereka harapkan. Karena takdir tuhan
memiliki rahasia lain yang tidak diketahui oleh mereka.
Kayak kenal siapa si zizi temenya san san kan ?
BalasHapusMungkin yg anda maksud itu benar, wahai netijen:v
BalasHapusPengen nangis bacanya 🥺ðŸ˜
BalasHapusMungkin suasana hati anda lg penuh haru:"
HapusSenang bisa bertemu denganmu zizi
BalasHapusOwh... Zizi dari "zida" jadi "Zizi"
BalasHapusGitu..?
So that's fact story wkwk
Hapus