Semesta Terlelap
Kian terlihat bumi menua
Kubicara dalam sepi
Agar tanya tersampaikan pada Tuhan
Kala itu, senja menyapa soreku
Lantas aku jawab atas sapaannya
Tanpa tersadar petang datang
Memberi tanya tanpa jawab
Namun nyata tertolak rembulan
Aku hanya rindu
Pada-Mu dzat abadi
Seketika anganku mengharap temu
Penguasa rindu beri aku waktu
Meski lama menunggu
Rasaku tetap utuh
Aku duduk bersimpuh
Menahan dingin angin berhembus
Tak ada ucapan terdengar
Mulut kelu tanpa suara
Tuhan pemilik Arsy
Takdirkan aku pada titah tunggumu
Bersabar dalam harapan diri
Menafikan ikhwal awan kelabu
-hzd-

Komentar
Posting Komentar