Langsung ke konten utama

Tulisan

Maaf dan Terimakasih



Dalam kehidupan sehari-hari, maaf dan terima kasih merupakan kata yang lumrah kita dengar. Namun sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal jikalau kita mampu membudayakan kebiasaan mengucapkan maaf dan terima kasih, sungguh memberikan pengaruh positif baik secara internal maupun eksternal.

Terima kasih. Mudah diucap, namun mengandung sarat makna. Kata itu kerap kita dengar kala seseorang telah mendapat bantuan dari orang lain, baik berupa jasa atau pemberian barang serta hal lain. Tetapi kebanyakan orang masih sering menghiraukan untuk sekadar mengucapkan terima kasih. 

Jika kita sudah bisa membiasakannya, akan mampu memberikan hal positif bagi yang melakukan maupun si pendengar. Terlebih lagi, ucapan tersebut menyiratkan bahwa manusia itu tiada yang sempurna. Karena memang membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan. Makhluk sosial. Selain itu, ungkapan tersebut sebagai bentuk apresiasi paling sederhana untuk diberikan kepada seseorang yang telah membantu orang lain. 

Dengan begitu, kita akan lebih peka dengan lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, ucapan tersebut juga mengandung dampak positif dalam proses komunikasi kita sehari-hari. Terkadang orang yang sudah membantu dan diberikan ucapan terima kasih akan merasa dihargai, dan juga hubungan yang terjalin kian akrab.”Terima kasih” akan menjadi penutup manis dalam sebuah perbincangan jika memang diucapkan dengan ketulusan hati.

Lain lagi, dengan ucapan maaf yang dilontarkan oleh kebanyakan orang. Ketika berbuat salah ataupun membuat orang lain merasa tidak nyaman di dekatnya. Kerapkali susah untuk mengucap maaf karena dirinya dikuasai oleh keegoisan diri. Bahkan tanpa rasa malu setelah berbuat salah, mereka justru merasa biasa-biasa saja.

Meminta maaf dan memaafkan menjadi salah satu etiket kita dalam bermasyarakat, karena hakikatnya manusia itu pasti pernah melakukan salah dan dosa, kecuali manusia pilihan Tuhan. 
Kala maaf diucap dengan keikhlasan pula ketulusan hati akan menimbulkan sikap saling memahami di antara keduanya.

Membiasakan memang susah, tapi tidak salah juga kalian memulai menjadi lebih baik. Meminta maaf adalah awal yang baik setelah kita berbuat salah ataupun tanpa sengaja menyakiti orang lain. Terapkan hal-hal kecil yang bahkan membuat hidup kita akan lebih tenang. 
Dilansir dari Tempo.co, menurut Profesor Kesehatan Mental dari Universitas Monash Australia, Jane Fisher bahwa ada beberapa elemen penting yang mengahdirkan permintaan maaf yang bagus. Yakni dalam permintaan maaf tersebut, mengandung penyesalan, bertanggung jawab penuh atas apa yang telah dilakukan dan elemen lain yang sangat krusial – menawarkan bentuk restitusi atau perbaikan.

Setelah kita semua mengucapkan maaf bukan berarti kita boleh berbuat hal yang sama dan mengulangi lagi. Merubah apa yang seharusnya diperbaiki dalam hidup. Kesempatan datang sekali, namun kita hidup berhari-hari. Jangan menunggu esok untuk meminta maaf. Ucapkan langsung jika kita berbuat salah. 

Ucapan tersebut, tidak menjadi simbol siapa yang kalah dan menang. Akan tetapi menjadi refleksi diri, bahwa kita manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.

Dengan demikian, kata ucapan maaf dan terima kasih memiliki kaitan erat dengan rasa syukur, dimana Tuhan menciptakan manusia untuk saling menolong dan memahami. Hendaknya kita membiasakan melakukan hal-hal kecil, namun sebenarnya sangat bermakna dalam kehidupan sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...