Ketika terlintas kata “membaca” sudah tentu berhubungan erat dengan tulisan atau bahkan suatu informasi. Seperti yang telah kita ketahui, menurut KBBI, membaca memiliki arti melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, serta masih ada beberapa arti lain. Hingga saat ini, membaca diidentikkan dengan belajar bagi mayoritas masyarakat.
Namun, kali ini penulis memberikan makna lain membaca seperti pada umumnya. Sebenarnya tidak hanya dikaitkan dengan tulisan, tetapi bisa dengan kehidupan yang kita jalani ini. Seperti membaca alam/lingkungan, yang dimaksud yakni memahami alam yang kita tinggali. Ketika datangnya bencana alam, sungguh alam memberi tanda dan berharap kita memahaminya. Agar selalu menjaga dan merawatnya.
Karena Tuhan selalu memberikan makna dan kebaikan dalam penciptaan yang ada di alam raya ini. Selain itu, kita juga seharusnya mampu “membaca manusia”. Terdengar ganjil memang di telinga, namun hal tersebut adalah frasa kiasan mengandung makna mendalam.
Manusia hidup di dunia ini memiliki bermacam keunikan, baik fisik, kemampuan/skill, cara pandang, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita perlu memahami orang lain tanpa mempersoalkan perbedaan yang ada. Tidak memperdebatkan cara pandang yang berbeda. Sehingga sikap saling menghargai dan menghormati secara otomatis akan terbentuk.
Serta masih terdapat beberapa macam membaca (memahami) banyak hal selama kita berkenan merenungkannya. Adapun manfaat yang kita dapat ketika mampu menerapkan membaca tulisan ataukah kehidupan sudah tentu banyak. Yakni menstimulasi mental, mengurangi stress, menambah informasi, meningkatkan kualitas memori, membantu kita terhubung dengan dunia luar, serta masih banyak lagi.
Selain manfaat yang sudah disebutkan di atas, ada hal penting yang perlu kita ketahui. Membaca dapat pula meningkatkan hubungan sosial. Karena pembaca tentu lebih bisa mengenal bermacam karakteristik, budaya maupun kebudayaan sosial. Sehingga ketika berkunjung ke tempat baru, akan tahu bagaimana cara bersikap menghormati adat serta kebudayaan mereka.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh New York University, mengatakan bahwa dengan membaca dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memahami perasaan orang lain. Sehingga dalam diri kita memiliki sikap empati. Kepekaan terhadap lingkungan sekitar juga akan lebih terasa.
Ada banyak tokoh sukses di dunia yang hidupnya sungguh gemar membaca. Seperti Mark Zuckeberg, seorang milyarder dunia. Bahkan hingga ia mendirikan klub baca “a year of books,” sebagai tempat ia mendiskusikan buku yang ia baca kepada rekan sejawatnya. Salah satu postingan di halaman facebook miliknya. Ia mengatakan, “Reading has given me more perspective on a number of topics from science to religion,” (Membaca telah memberikan padaku banyak perspektif pada berbagai macam topik dari sains sampai ke agama).
Tentu masih banyak tokoh selain Mark Zuckeberg, adapun tokoh terkemuka silam seperti Thomas Alfa Edison, Abraham Lincoln, dan masih banyak lagi. Tokoh di Indonesia yang gemar membaca seperti Soekarno, Mohammad Hatta, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid serta tokoh-tokoh lainnya.
Abdurrahman Wahid atau yang sering disapa Gus Dur merupakan Presiden ke-4 di Indonesia pula ulama terkemuka. Sedari masih belia memang sudah gemar membaca. Buku bacaan yang beliau baca mulai dari buku filsafat, kebudayaan, sejarah serta sastra picisan.
Tidak tanggung-tanggung saat masih remaja tepatnya di sekolah lanjutan pertama, beliau telah mampu menguasai Bahasa Inggris. Sehingga satu atau dua tahun beliau telah menghabiskan buku-buku berbahasa inggris. Di antara bermacam buku yang pernah dibacanya, Das Kaspital karya Karl Marx, buku filsafat Plato, Thalles, novel William Bochner, Romantisme Revolusioner karangan Lenin Vladimir Ilych. Karya sastra yang dibaca antara lain karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner dilansir dari sebuah website, radiobuku.com.
Terus kan dan kembangkan cerita yang lebih inspiratif dan inovatif
BalasHapusTerimakasih pembaca yang budiman🌷
Hapus