SEPILIHAN KATA
Dalam beberapa
sajak yang tertuang pada berlembar kertas putih. Sebuah puisi karya Joko
Pinurbo dalam bukunya “Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu” mampu memukau
pembaca.
Puisi berjudul,
Mata Air –
Di musim
kemarau semua air di desa itu mengering. Perempuan-perempuan legam
berbondong-bondong menggendong gentong menuju sebuah sendang di bawah pohon
beringin di celah bebukitan. Tawa mereka yang renyah menggema nyaring di
dinding-dinding tebing, pecah di padang-padang gersang.
Setelah
berjalan lima kilometer jauhnya, mereka sampai di mata air yang tak pernah mati
itu...
Puisi yang
dikira menggambarkan sebuah kepedihan – tak terduga, tak terkira mata air di
situ menggambarkan sebuah kebahagiaan bagi orang-orang yang mengharap kelimpahan
air. Kata memang begitu ajaib saat seseorang mampu mengemasnya sedemikian penuh
teka-teki.
Lain lagi dalam
buku Kekasihku karya Joko Pinurbo pula, sebuah puisi berjudul Kepada Puisi.
Puisi yang hanya terdiri dari satu bait. Enam kata di dalamnya sudah mampu
merepresentasikan makna begitu dalam.
Kau adalah mata, aku airmatamu.
Karena kau
adalah aku, begitupula aku menyatu dalam tubuhmu, secara sederhana sajak di
atas memberi bisikan pada pembaca tentang seseorang yang jatuh hati hingga ia
mengira dirinya adalah bagian dari tubuh kekasihnya. Ketika mata kekasih
mengucurkan tirta (air), ia juga akan merasakan yang sama.
Bukankah
kesedihan yang dibagi bersama kekasih begitu romantis. Romantika hidup menjadi
seimbang ketika kita menerima bahagia dan sedih. Begitulah semesta akan
berputar dengan semestinya.
Untuk memungkasi
kata-kata yang secara acak terangkai. Turut serta puisi berjudul Hujan Bulan
Juni karya sastrawan kaliber nasional
Sapardi Djoko Damono.
Tak ada yang
lebih tabah dari hujan bulan Juni/
Dirahasiakannya
rintik rindunya kepada pohon berbunga itu/
Tak ada yang lebih
bijak dari hujan bulan Juni/
Dihapusnya jejak-jejak
kakinya yang ragu-ragu di jalan itu/
Tak ada yang
lebih arif dari hujan bulan Juni/
Dibiarkannya yang
tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu//
~
Selamat merawat rindu, dan segeralah kau tukar dengan temu ~
Batang, tetaplah menjadi tempat kembali.

Wauuu kerennn
BalasHapusApresiasi, dengan membaca
BalasHapus