Langsung ke konten utama

H I D U P

~ Hidup adalah tentang proses panjang makhluk hidup dan waktu berhentinya ditentukan Tuhan ~

 

Tidak ada yang tahu kapan nafas akan terhenti. Dunia seolah sebuah permainan teka-teki yang sukar ditebak. Sekali dua kali mungkin saja kita akan mengira sesuatu dan ternyata benar-benar terjadi. Manusia menjadi makhluk Tuhan yang kerap berprasangka memang. Tidak masalah sih kalau prasangkanya baik, nah kalo buruk gimana hayo ?? Semoga saja Tuhan menempatkan kita di circle orang yang punya positive-thinking.

Dunia menjadi ruang luas bagi yang hidup, ya termasuk kita inilah, manusia. Diksi “hidup” kerap dijadikan guyonan/lelucon dengan istilah yang menyimpang secara harfiah. Kendati demikian, secara maknawi memang benar adanya bahwa hidup itu hanya proses menuju keabadian.

Seperti dalam Bahasa Jawa, urip ki koyo mampir ngopi, urip mung mampir guyon, lsp. Banyak istilah yang menunjukkan bahwa hidup itu singkat. Lalu apa gunanya kita hidup tapi kalo sama diri sendiri aja belum bisa mencintai apa adanya. Aih, klise memang kalo bahas self-love. Teori ini itu sudah terbentang luas tentang mencintai diri sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Seolah semesta mau menguji langkah kita. Langkah di sini bukan hanya diartikan langkah kaki, ya.

Langkah bisa bermakna proses dan progress (kita) dalam menjalani kehidupan. Akankah kita menerima diri sendiri dengan mencintai segala yang ada dalam diri? Susah memang, tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi mulailah dari sekarang, detik ini juga, setelah kalian selesai baca tulisan ini, cintailah dirimu, peluk erat dirimu. Coba tengok mereka yang ingin berada di posisi kamu saat ini. Tapi pasti di dalam hatimu berbisik ‘apa coba enaknya jadi aku? Sekarang gantian aku tanya kamu, emang kamu tahu bagaimana mereka mengagumi yang ada dalam dirimu. Mengagumi tidak selalu tentang fisik, yang tampak, boleh jadi apa yang ada dalam hatimu – dan saat itu juga semesta terlihat lebih adil bukan? Bahkan sastrawan Agus Noor pernah berkata bahwa takdir memang selalu punya cara yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan.

Hidup tak selalu tentang bahagia. Ibarat saat siang matahari begitu cerah namun tiba-tiba mendung dan hujan. Tidak ada yang tahu detik berikutnya apa yang akan terjadi pada diri kita. Tapi percayalah, Tuhan adalah pencipta skenario Maha Indah. Hidup mungkin akan dilingkupi rasa kecewa, sedih, gagal dsb. Poin pentingnya di situ bagaimana kita bisa bangkit lagi bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya. Makna akan menemuimu dengan cara paling rahasia. Hidup sungguh sangat sederhana, yang hebat hanya tafsirannya. Pramodya Ananta Toer ~ 


Batang, 27 Juli 2021


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...