“Oh apakah memang ini takdirku?”
***
Sering sekali aku duduk termenung
meladeni isi pikiranku sendiri. Kalo istilah zaman sekarang sih “overthinking”
kali ya. Padahal pikiran yang kerap datang itu, hanya keraguan. Keraguan
terhadap diriku sendiri di masa depan. Terdengar egois? Aaa I dunno to name it.
Dalam pikiran banyak hal yang membuat tak tenang, masalah pendidikan, perasaan,
dan pertemann. Padahal pikiran yang demikian itu yang membuat aku tidak
berproses dan maju. Karena aku malahan meladeni pikiran bukan cepat-cepat aksi
(action). Aksi? Macam demo aja ahahaha
***
Aku hanya berharap untuk kalian
semua yang membaca ini,
Jadilah apa adanya dirimu
Tapi ingat!
Perbaiki yang buruk
Jaga kebaikan yang ada dalam dirimu
Terkadang hidup beginilah adanya
Tiba-tiba capek, kesel, marah pengen
nangis, bahagia
It’s okey dude!
Itu namanya fase, prosesmu
Fase kamu bisa menerima dirimu
sendiri
Tolong yaa
Jangan semua urusan kamu diatur
sama omongan orang lain
Sesuatu yang paling baik buat kamu
ya kamu yang paham
Toh, kamu juga yang bakalan nanggung
segala konsekuensinya
Lakukan apa pun sesuai kata hatimu
Kamu hebat kok!
Aku percaya itu
Berkali-kali gagal?
Gapapa, I don’t ever leave you
Nanti juga ada saatnya kamu bahagia
dan bertemu dengan kesuksesanmu
Yash, it’s in a right time
Aku juga berharap, semoga cerita
kita bisa bersinggungan
Meski sebentar
Agar kita bisa berbagi cerita satu
sama lain
Setidaknya, nanti aku bisa
menuliskan namamu dalam perjalanan hidupku
Oke cukup sampai di sini ya
Cerita ini (terpaksa) usai
Nanti kita lanjut lagi,
Setelah kita sudah menabung banyak
cerita
Batang, 28/4

Komentar
Posting Komentar