Langsung ke konten utama

Merayakanmu

 



Tepatnya pada bulan ke-9 entah apa yang ingin aku rayakan. Setiap bulan tentu ada hari bahagia bagi masing-masing orang, pun dengan diriku. Hanya saja saat ini aku ingin sedikit bercerita tentang apa-apa yang membuat diriku merasa hidup kembali. Kata ‘hidup’ di sini aku maknai sebagai sebuah perasaan yang membuat aku mampu mengasihi tanpa diminta.

Aku sudah banyak melewati fase dengan berbagai macam karakter manusia. Kali ini aku bisa bertemu dengan sosok manusia yang berhati lembut. Mungkin saat berinteraksi dengan orang lain dia memakai topeng, tapi aku mampu melihat wajah lain yang dia tunjukkan denganku.

Ya, mungkin wajah itu memang sengaja ia sembunyikan dari banyak orang. Tak mengapa, aku pun demikian saat bertemu dengan orang-orang. Terkadang menunjukkan wajah lain dari diriku.

Membicarakan tentangmu sepertinya menjadi satu bab yang belum mampu aku kuasai. Untuk mengenal sosokmu tentu butuh waktu yang tidak sebentar. Namun, aku mencoba mengenalmu seutuhnya. Aku pun merasa bahwa kamu juga mencoba mengenal diriku dengan caramu. Aku persilahkan dirimu mengenalku.

Berkenalan dengan luka yang terkadang membuatku jatuh, berkenalan dengan segala mimpi-mimpiku, berkenalan dengan hal-hal yang aku sukai dan kagumi seperti langit, berkenalan dengan caraku menemukan makna cukup, berkenalan dengan jalan pikiranku, dan berkenalan dengan ketakutan-ketakutanku.

Aku mempersilahkan dirimu mengetuk pintu kehidupanku. Entah ke depannya akan seperti apa dan bagaimana kita akan menjalin cerita. Namun setidaknya aku pernah mencoba memahamimu lebih dari yang lain. Aku tidak akan menyesal untuk mengenalimu, meski nantinya kehidupan kita tidak lagi bersinggungan.

Sejauh aku mengenalmu sampai sekarang, aku hanya ingin mengucapkan ‘terima kasih’ karena telah memberikanku ruang dalam kehidupanmu. Terima kasih sudah menjadi telinga lain untuk cerita-ceritaku.

Dalam beberapa paragraf tulisan ini, aku hanya ingin merayakanmu dengan caraku. Mungkin sudah saatnya aku selesaikan paragraf demi paragraf ini, semoga nantinya akan ada paragraf lain yang dengan ikhlas membicarakan tentangmu.

 


Terima kasih sudah mempersilahkan diriku mengenal duniamu...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...