Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan-

  Singgah   Pada semesta yang tak lagi muda Pada langit yang tetap megah Pada daun yang gugur ke tanah Pada angin yng berembus pelan Kusampaikan terimak asih Perihal bertahan  Aku belajar darimu Menilik setiap perihal kecil Memberi arti  Tanpa dialog panjang Tanpa suara yang diperdengarkan  Tanpa isyarat membingungkan Kini kuucap 'Selamat tinggal Untuk diriku di masa lalu Kutinggal sesal yang melekat Sudah saatnya melangkah, bergerak Berpindah dari ruang awal aku menetap Kuberi salam, Tuk masa depanku Wahai harap, asa dan mimpiku Semoga lekas bertemu Dalam sempat yang paling tepat -NGALIYAN, SEMARANG-

Ber-Opini

Membaca, Sudahkah Kalian Lakukan Hari Ini?   Ketika terlintas kata “membaca” sudah tentu berhubungan erat dengan tulisan atau bahkan suatu informasi. Seperti yang telah kita ketahui, menurut KBBI, membaca memiliki arti melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, serta masih ada beberapa arti lain. Hingga saat ini, membaca diidentikkan dengan belajar bagi mayoritas masyarakat. Namun, kali ini penulis memberikan makna lain membaca seperti pada umumnya. Sebenarnya tidak hanya dikaitkan dengan tulisan, tetapi bisa dengan kehidupan yang kita jalani ini. Seperti membaca alam/lingkungan, yang dimaksud yakni memahami alam yang kita tinggali. Ketika datangnya bencana alam, sungguh alam memberi tanda dan berharap kita memahaminya. Agar selalu menjaga dan merawatnya.   Karena Tuhan selalu memberikan makna dan kebaikan dalam penciptaan yang ada di alam raya ini. Selain itu, kita juga seharusnya mampu “membaca manusia”. Terdengar ganjil memang di telinga, namun hal tersebut ada...

Tulisan

Maaf dan Terimakasih

Syair: tak bersajak

Terkenang Kujajaki lorong waktu Melintasi titian batu alam Perih, lara terasa Sebab pergi tanpa alas kaki Kini, aku tiba Dalam sebuah ruang sunyi Namun berpenghuni Terpandang indah nan mempesona Terwalak di bawah dua jabal Sindoro Sumbing Kau terbentang Bernaung sawang langit Lega sudah mengenalmu Kini kita berjarak Berpuluh cerita lama Terukir dalam ingatan Rindu, gelebah, gelisah Berlainan aksara Menjadi balasan Sebab salam perpisahan usai Rindu... Terbangun di sepertiga malam Berpasrah akan esok hari Menitikkan air mata Khidmat, khusyuk  Dalam keheningan  Berhawa dingin Sungguh damai sanubari Kala itu... Asrama kecil Pojokan sekolah Tempat kuberteduh Pekikan, sorakan  Sungguh mencipta tawa Dua tahun sudah, Diri ini tahu dan mengenalmu Berulang kali mengisi kesibukan Mengalihbahasakan bahasa Timur Tengah Hingga Bahasa Negeri Paman Sam Kuucap terimakasih Atas pelajaran Akan kesederhanaan, kesantunan, kesabaran Serta perihal lain yang terabadikan rapi Dalan manuskrip bern...

Syair: makhluk biasa

Sembah Waktu terus beralih Meski aku berdalih Perangai diri kerap kali lengah Kala terpendam amarah Tuhan pemilik semesta alam Memujamu dalam ucap Cara sederhana Aku merinduimu Menghamba Mengucap syukur Menghadap-Mu Tuhan... Lima waktu kupinta rahmat-Mu Muara berkisah segala yang berjiwa Sungguh ke hadirat-Mu Aku kembali Gemerlap dunia  Mengelamkan nurani Hingga melangkah tak tentu arah Keliru, salah, sesat Lalu khilaf Kasihi aku dalam keibaan-Mu Tak berdaya Tanpa naungan-Mu Memberkati makhluk langit pula bumi Menebar kebaikan Silih asih antar sesama Lantas Tuhan meninggikan harkatmu Di hadapan seluruh anak Adam -Spread the kindnesses everywhere you are-

Syair Renungan

Doc : Mafriha Azida Nista Diam,  Aku tak bersuara Bukan karena jemawa Aku termangu, Dalam sunyi di sekelilingku Khayalku telah mengajak berdarma wisata Namun aku memilih singgah Dalam ruang gelap, tak berpenghuni Hanya ada aku dan keheningan Sungguh aku ingin menimpali seribu tanyamu Tetapi tiada satupun suaramu Yang aku terima, Ya karena Tuhan telah menggariskan Mendengar, verba yang musykil bagiku Telinga ini sudah selesai melaksanakan tugas Kini silih berganti dengan hati Mendengar dalam keheningan yang mencipta sebuah makna Kehidupan... -Kadangkala hati mampu mendengar dan memaknai ucapan, ketika telinga sedang tidak berperan

Sajak; tiada suara

Doc : Pinterest Dunia sunyi Dalam ruang gelap;hitam Kesunyian menguasai Imaji yang tak sanggup aku maknai Tentang sebuah arti juang Kehadiran dan perpisahan Begitulah alur kehidupan Tiada terka dalam detik itu Kamu datang Berucap salam, sembari tersenyum Diam, sunyi, hening Mampu merajai nalarku Pesonamu mengalahkan logikaku Tentang sebuah nyata Namun, kuanggap semu Aku melangkah ke depan Dan, kau Membayangi jejakku, dalam diammu Sungguh, tiada yang mampu memfaalkan Telatahmu pula dialogmu Menghadirkan tanya tanpa jawaban Ya... Kamu sempat singgah Namun abai memberi jejak Terimakasih untuk kamu, yang telah melewati beberapa purnama bersamaku Semesta, 26 April 2020