Langsung ke konten utama

Postingan

Mempuisikan Keadaan

  Ada momen di saat kita membutuhkan teman, tetapi nyatanya teman tidak akan selalu bersama kita. Lalu, dengan siapa kita bisa bercerita? (Tuhan sudah jelas, iya). Namun, ada cara lain kita bisa bercerita, menuangkan segala kegundahan, kebahagiaan, kekhawatiran, kesedihan dan segala macam perasaan yang sukar diekspresikan. Puisi menjadi salah satu ruang yang tepat berbagi cerita pribadi. Melalui puisi, kita mampu menyederhanakan yang rumit dan merumitkan yang sederhana. Begitulah puisi membahasakan dirinya. Puisi mengandung bahasa-bahasa indah yang kerap membuat takjub pembacanya.   P.U.I.S.I.   Lima kata sederhana namun mampu menceritakan banyak hal. Puisi kerap menjadi teman bagi diriku di saat dunia sedang tidak ramah. Benarkah dunia setidak ramah itu ya? Entah. Mungkin saja diriku kerap melihat sesuatu yang terjadi dari sisi negatif, sehingga merasa hanya aku yang perlu dikasihani dan menderita. Padahal hal itu salah besar, setiap yang hidup di dunia pas...

Menjadi (Human being)

   Dok: Pribadi Menjadi manusia itu adalah takdir yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Manusia adalah makhluk Tuhan yang dianugerahi akal dan kemampuan untuk menentukan setiap langkahnya di dunia. Manusia kerap dilabeli dengan stigma sosial, yakni menjadi manusia “harus bisa membaur dengan sesama”. Seseorang tidak bisa hidup tanpa orang lain, manusia sebagai makhluk sosial. Kalimat di atas sudah lazim kita dengar, yang mana membuat beban menjadi manusia terasa lebih berat. Memikirkan hidup kita sendiri saja sering mengeluh apalagi dituntut memikirkan beban orang lain, berat bukan? Menjadi makhluk sosial itu tidak selamanya diartikan bahwa apa pun yang menjadi kesulitan orang lain adalah tugas kita. Tetapi, hal yang utama itu membantu sesuai dengan batas kemampuan kita, tidak dengan cara memaksakan atau menekan diri. So, dari awal kita juga memang harus menyeimbangkan awareness atau careness sesuai proporsinya. Karena saat diri kita bisa merasa sadar (aware), segala h...

Merawat Kejujuran

~ Perlahan lepaskan topeng karaktermu, Mulailah jujur pada dirimu ~ Sedari kecil kita sudah dididik untuk menjadi seseorang yang berperilaku baik. Entah itu berkata santun, jujur, sabar, tidak sombong, dermawan serta segala hal yang dianggap baik. Perangai tersebut menjadi pelajaran mendasar bagi kita semua. Namun, nyatanya untuk membiasakannya (re: perangai baik) juga tidak mudah. Karena peran orang tua menjadi hal penting dan utama dalam membentuk karakter anak-anaknya. Untuk menjadi orang tua (seperti yang pernah saya dengar) itu tidak mudah. Diperlukannya wawasan ataupun ilmu parenting yang cukup. Seperti saat melatih anaknya berkata jujur. Terkadang ketika kita mendengar kata “jujur” itu sudah menjadi hal yang terlalu biasa. Padahal untuk mambentuk karakter jujur pada seseorang itu butuh upaya yang tidak sebentar. We need a patience to form a good character. Membentuk karakter jujur itu butuh konsistensi. Semisal dari kecil kita sudah membiasakan berkata jujur, namun bukan b...

Bayang(an)

  Sepersekian detik, waktu terasa berhenti. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki. Tap, tap, tap Mendengarnya, membuat diriku bergetar dan harus mengatur detak jantung yang kian cepat berdetak. Menoleh ke kanan, ke kiri ternyata tidak ada wujud orang yang tertangkap mata. Jantungku kian cepat berdetak dari sebelumnya, bahkan detaknya mampu kudengar.  Tap, tap, tap, tap Diriku terbangun dari alam bawah sadar. Ternyata hanya mimpi. __ Seseorang mesti punya bayangan dalam kehidupannya masing-masing. Bayangan tentang seseorang, bayangan akan masa lalunya maupun bayangan akan kehidupannya mendatang. Tentu sudah jelas berbeda bukan?  Ya, berbeda dari segi waktu.  Perbincangan tentang dimensi waktu memang menjadi suatu hal klise. Kita biasa mendengar. Masa lalu, sekarang, dan masa depan. Pembagian dimensi waktu dari zaman bahela ya memang seperti itu.  Namun, yang berbeda hanyalah cara seseorang menyikapi 3 dimensi waktu itu. Ada yang berleha-leha menunggu ...

Pencarian

Aku tahu setiap orang di fase umur 20-an merasa bahwa dirinya dituntut untuk dewasa Setiap orang punya kekhawatiran masing-masing dengan masa depannya. Entah tentang jodohnya nanti, impian yang tak kunjung terwujud, atau circle pertemanan kian mengecil dan bisa saja kita mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata. Namun, sebenarnya di saat usia 20-an kita sedang mengalami fase pencarian jati diri untuk memperjuangkan impian dan kemandirian hidup.  Tanggung jawab kian terasa membebani pundak. Ekspektasi orang-orang seolah selalu membuat diri merasa tak berguna. Serta kekecewaan yang senantiasa mewarnai kehidupan kita menuju dewasa.  Sungguh, menjadi dewasa tak hanya mempersoalkan kesedihan, beban, dan hal-hal buruk yang seolah menunjukkan semesta begitu tak punya hati. Ada hal sederhana yang lupa kita syukuri, seperti saat Tuhan menghadirkan seseorang, entah siapa pun itu — dan ia merubah kita menjadi lebih baik dengan nasihat² kebaikan yang tak menyudutka...

TAMU

" Siapa pun yang hadir di kehidupanmu adalah tamu" Setiap langkahmu yang terlihat gontai dan tertatih, pasti kau akan menemukan seseorang yang menggenggam tanganmu dan mengajakmu bangkit. Dia akan selalu mendengarkan segala ceritamu. Bahkan saat kau tidak ingin bercerita pun, dia akan menagih cerita-cerita sederhana itu. Meski sebagai tamu, dia telah memberikanmu kesan indah. Hadirnya memang sebentar, namun kenangannya selalu mampu bisa terjaga dalam ingatan. Siapa pun kamu, yang sekarang, besok, lusa atau warsa berikutnya akan menjadi tamu untuk seseorang, jadilah tamu yang hadirnya selalu ditunggu dan pulangnya meninggalkan cinta.  Terima kasih untuk tamu(ku) yang senantiasa memberi makna bahagia dalam bingkai cerita yang sederhana.  Tahun 2022 baru saja membuka halaman baru. Rembulan pertama di warsa ini ter nyata begitu mengejutkan. Salam hangat,  untuk para pembaca♡ Semoga tamu kalian benar-benar orang pilihan Tuhan. Wsb, 13/01

Random Story [2]

 He isn't a fiction figure Everyone will love something or someone for sure. Cause the love is being a simple favour from Allah, the all-loving. Allah gives it to all human beings.  We can't choose whoever we will love. Nowadays, I feel love for someone that gives me a positive impact. He is Iqbaal Diafakhri Ramadhan, people usually call him Ibay or Ale.  He is a young figure that has many skills and achievements. I adore him because of it. I dunno, whereas his existence is far from me. Tomorrow is your birthday dear, December 28th. You're 22 years old. Tomorrow is a historical day for you. So, I just say 'happy birthday Ibay I hope all the best things for you. Sending virtual love♡ I've ever loved someone but made me disappointed. So, I love Ibay. Dear, Ibay