Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita (Sebentar)

 Halo guys!!! Sudah lama ya tidak mendengarkanku bercerita alias yapping ^^ Tulisan terakhir di blogku ini tahun 2024 silam, “Merayakanmu (Lagi) judulnya. Hiatusnya lumayan lama yaa! It’s okay dude. Aku baik-baik aja sekarang.   Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit bercerita dengan kehidupanku selama 2 tahun terakhir. Cukup lama aku memang tidak menulis, hari ini mencoba menulis kembali. Menghidupkan ketenangan dan mencurahkan rasa syukur dalam bentuk tulisan. Lagi-lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk menulis lagi. Di tengah kesibukan bekerja, hehe udah bekerja aja sekarang yaa.   Dua tahun lalu, tepatnya aku masih struggle untuk mencapai mimpi yash, dengan menempuh kuliah magister. Mimpi yang aku pilih waktu itu. Namun, kini jalannya berbeda jauh dari apa yang aku pikirkan. Aku kini tidak kuliah, tetapi bekerja. Menghasilkan gaji dan memenuhi kesejahteraan perut, eits canda. Tidak hanya kesejahteraan perut kok, saving money is a priority. Di kehidupan de...

Merayakanmu (Lagi)

  Untuk kamu, cinta yang selalu aku rayakan ~ Bulan ke sembilan tahun kemarin, aku sudah menceritakanmu melalui sebuah tulisan yang tidak begitu panjang. Saat itu, perasaanku padamu belum begitu jelas. Namun, kini alur cerita kita sudah jelas bisa kuceritakan… ~ Melewati beberapa purnama dengan jalinan komunikasi yang cukup intens denganmu memberikan kenyamanan tersendiri bagi diriku. Aku merasakan kehadiranmu meski sebenarnya jarak fisik kita begitu jauh. Kamu menjadi rumah yang sebelumnya selalu kudoakan kehadirannya pada Tuhan. Tidak menyangka, kedekatan kita semakin memperjelas perasaan yang tersimpan. Aku mencintaimu. Kamu menjadi pilihanku untuk menjalani proses kehidupan bersama. Sebelumnya aku pernah menuliskan rasa terima kasihku karena padamu karena telah mempersilahkanku berkenalan denganmu. Dan kini aku mengucapkan terima kasih ke-sekian kalinya padamu. Terima kasih sudah memilihku, terima kasih sudah menjadikanku rumah ceritamu, terima kasih sudah mau kujadikan pasanga...

Proses Menuju Sukses, Butuh Proses Panjang

  Hai teman! Sudah cukup lama aku tidak menyapa kalian ya… Aku sungguh ingat terakhir kali, aku bercerita perihal proses perjalananku menuju Pare, Kediri. Kini aku sudah kembali menjalankan aktivitas seperti biasa di rumah. Keinginanku untuk bisa melanjutkan studi magister harus aku tunda terlebih dahulu. Pasti kalian bertanya-tanya, “Kenapa kamu tunda? Bukannya itu impianmu dari dulu ya”. Sebelum aku memberitahu alasan aku menunda kuliah, tolong beri aku waktu untuk bercerita dari awal ya… *** Tepatnya Mei kesekian 2023 lalu, aku mengambil les privat TOEFL ITP. Aku berharap agar pemahaman dan kompetensiku perihal soal-soal TOEFL akan lebih meningkat. Sebelas hari menyelesaikan les privat, aku memberanikan diri untuk mengikuti official test . Terkesan nekad ya? Tentu kalian sudah tahu hasilnya sebelum aku memberitahu kalian. Aku belum mencapai target minimal standar yang kubuat.  Masih cukup jauh mencapai skor 500. Aku merasa kecewa dan sedih. Apa boleh buat ya kan? Akhi...

Merayakan Petualangan di Bulan Oktober

  Sebelumnya aku sudah merayakanmu, untuk kesempatan ini akan aku rayakan petualanganku di Bulan Oktober.   Hai para penakluk mimpi! Sudah sampai manakah perjalananmu saat ini? Setidaknya sudah lebih baik dari hari kemarin ya. Sekarang aku sudah singgah di Elfast Kampung Inggris Pare, Kediri. Rencana yang sudah lama kupunya ternyata baru bisa kujalani. Tidak apa-apa, everyone has a right time to reach its plan, itsn’t right? Nah aku ingin berbagi dengan kalian perihal cerita petualanganku. Tepat 9 Oktober sekitar pukul setengah lima, aku diantar kakak iparku ke Stasiun Tawang. Jalanan yang cukup padat karena bertepatan para pekerja pulang, tidak menyurutkan tekadku untuk berangkat ke Pare. Bepergian naik kereta adalah pengalaman pertamaku, yep terlebih lagi seorang diri. Perasaan bahagia, khawatir dan takut bercampur aduk saat setibaku di stasiun. Maklum saja, pikiranku sudah sampai kemana-mana ya kan? Di stasiun aku sempat menunggu beberapa menit, karena seseorang su...

Merayakanmu

  T epatnya pada bulan ke-9 entah apa yang ingin aku rayakan. Setiap bulan tentu ada hari bahagia bagi masing-masing orang, pun dengan diriku. Hanya saja saat ini aku ingin sedikit bercerita tentang apa-apa yang membuat diriku merasa hidup kembali. Kata ‘hidup’ di sini aku maknai sebagai sebuah perasaan yang membuat aku mampu mengasihi tanpa diminta. Aku sudah banyak melewati fase dengan berbagai macam karakter manusia. Kali ini aku bisa bertemu dengan sosok manusia yang berhati lembut. Mungkin saat berinteraksi dengan orang lain dia memakai topeng, tapi aku mampu melihat wajah lain yang dia tunjukkan denganku. Ya, mungkin wajah itu memang sengaja ia sembunyikan dari banyak orang. Tak mengapa, aku pun demikian saat bertemu dengan orang-orang. Terkadang menunjukkan wajah lain dari diriku. Membicarakan tentangmu sepertinya menjadi satu bab yang belum mampu aku kuasai. Untuk mengenal sosokmu tentu butuh waktu yang tidak sebentar. Namun, aku mencoba mengenalmu seutuhnya. Aku pun merasa...

Ego(sentris)

  Memulai tulisan ini ada baiknya aku beri sapaan yang sedikit hangat yaa untuk kalian Hai manusia baik! Siapapun kamu yang berkenan membaca beberapa kata dalam tulisan ini, aku berharap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan yang sederhana. Ya, untuk bahagia tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Aku percaya itu~   *** Egosentris, Perasaan tidak peduli dengan orang lain dan meletakkan perasaan dirimu adalah poros yang harus dimaklumi. Sepertinya aku, kamu atau orang terdekatmu pernah merasa demikian. Membuat orang lain agar selalu peduli dengan apa yang kita rasakan bukan hal yang mudah pun sebaliknya. Realitanya kita juga susah untuk mempedulikan perasaan orang lain, kan? Terdengar kejam, tapi memang manusia sering menunjukkan topeng yang satu ini.  Ada banyak warna perasaan yang kita punya.  Bahagia, sedih, kesal, marah dan perasaan-perasaan lain yang belum menemukan definisinya. Perihal perasaan bahagia dan sedih mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai l...

Pesan Singkat

  Usiaku belum mencapai 22 thn, bahkan 21 th juga masih lama dari kata usai. Namun, entah kenapa diri ini sering merasa aneh Aneh dalam artian kehilangan minat untuk melakukan sesuatu Dan, akhir-akhir ini banyak pikiran yang tak seharusnya ada tapi malah sangat mengganggu. Kebiasaan untuk membaca buku entah satu atau 2 halaman entah semangatnya hilang kemana? Ada apa dengan diriku? Bertemu orang-orang pun semakin malas Apa yang membuatku merasa demikian? Bukan bermaksud untuk anti sosial, tidak! Tidak sama sekali! Namun, memang lagi ga siap buat berinteraksi dengan banyak kepala. Ini saja masih riweuh dengan isi kepala sendiri  Aku sangat ingin melenyapkan pikiran tidak jelas itu Entah bagaimana caranya Sayang beribu sayang, jawabannya belum kutemukan Aku sudah berusaha meminta masukan dari kalian Orang-orang yang kuanggap sebagai rumah Rumah; tempat berpulang semua ceritaku Namun jawabannya juga tetap belum bisa kutemukan Aku paham, jawabannya ada di dalam diriku Namun, begit...

Cerita yang (Dipaksa) Usai

  “ Oh apakah memang ini takdirku?”   ***   Sering sekali aku duduk termenung meladeni isi pikiranku sendiri. Kalo istilah zaman sekarang sih “overthinking” kali ya. Padahal pikiran yang kerap datang itu, hanya keraguan. Keraguan terhadap diriku sendiri di masa depan. Terdengar egois? Aaa I dunno to name it. Dalam pikiran banyak hal yang membuat tak tenang, masalah pendidikan, perasaan, dan pertemann. Padahal pikiran yang demikian itu yang membuat aku tidak berproses dan maju. Karena aku malahan meladeni pikiran bukan cepat-cepat aksi ( action ). Aksi? Macam demo aja ahahaha   ***   Aku hanya berharap untuk kalian semua yang membaca ini, Jadilah apa adanya dirimu Tapi ingat! Perbaiki yang buruk Jaga kebaikan yang ada dalam dirimu Terkadang hidup beginilah adanya Tiba-tiba capek, kesel, marah pengen nangis, bahagia It’s okey dude! Itu namanya fase, prosesmu Fase kamu bisa menerima dirimu sendiri Tolong yaa Jangan semua urusan kamu diatur sama omongan orang lain...

BARUNA

  Benarkah setiap orang selalu mendambakan dengan sebuah kata “pulang” ke rumah?   Dia sedang berdiri di pelataran kontrakan. Ya, namanya Baruna. Aku juga tidak tahu mengapa dia diberi nama itu. Baruna adalah bahasa Jawa yang berarti samudra. Apakah orang tuanya menginginkan Baruna memiliki keluasan hati setara dengan samudra? Atau memang Baruna dilahirkan di saat ayahnya sedang bertualang mengarungi samudra. Ayah Baruna adalah seorang nahkoda kapal pesiar. Jadi, saat Baruna lahir ayahnya memang tidak secara langsung melihat wajah anak lelakinya itu.   ***   Kini, dirinya tampak gelisah dan memikirkan sesuatu. Baruna sudah sejak lama merantau ke kota. Ia sedang merindukan ibunya. Perempuan kesayangan yang selalu didoakan. “Duh Gusti, sampun dangu kulo mboten mantuk teng griyo,” tutur Baruna kepada dirinya sendiri. Sejak kecil, dia memang sudah terbiasa jauh dari orang tuanya. Baruna terlahir menjadi lelaki yang berani dan mandiri. Berkat didikan orang tuanya juga dia...

Mempuisikan Keadaan

  Ada momen di saat kita membutuhkan teman, tetapi nyatanya teman tidak akan selalu bersama kita. Lalu, dengan siapa kita bisa bercerita? (Tuhan sudah jelas, iya). Namun, ada cara lain kita bisa bercerita, menuangkan segala kegundahan, kebahagiaan, kekhawatiran, kesedihan dan segala macam perasaan yang sukar diekspresikan. Puisi menjadi salah satu ruang yang tepat berbagi cerita pribadi. Melalui puisi, kita mampu menyederhanakan yang rumit dan merumitkan yang sederhana. Begitulah puisi membahasakan dirinya. Puisi mengandung bahasa-bahasa indah yang kerap membuat takjub pembacanya.   P.U.I.S.I.   Lima kata sederhana namun mampu menceritakan banyak hal. Puisi kerap menjadi teman bagi diriku di saat dunia sedang tidak ramah. Benarkah dunia setidak ramah itu ya? Entah. Mungkin saja diriku kerap melihat sesuatu yang terjadi dari sisi negatif, sehingga merasa hanya aku yang perlu dikasihani dan menderita. Padahal hal itu salah besar, setiap yang hidup di dunia pas...

Menjadi (Human being)

   Dok: Pribadi Menjadi manusia itu adalah takdir yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Manusia adalah makhluk Tuhan yang dianugerahi akal dan kemampuan untuk menentukan setiap langkahnya di dunia. Manusia kerap dilabeli dengan stigma sosial, yakni menjadi manusia “harus bisa membaur dengan sesama”. Seseorang tidak bisa hidup tanpa orang lain, manusia sebagai makhluk sosial. Kalimat di atas sudah lazim kita dengar, yang mana membuat beban menjadi manusia terasa lebih berat. Memikirkan hidup kita sendiri saja sering mengeluh apalagi dituntut memikirkan beban orang lain, berat bukan? Menjadi makhluk sosial itu tidak selamanya diartikan bahwa apa pun yang menjadi kesulitan orang lain adalah tugas kita. Tetapi, hal yang utama itu membantu sesuai dengan batas kemampuan kita, tidak dengan cara memaksakan atau menekan diri. So, dari awal kita juga memang harus menyeimbangkan awareness atau careness sesuai proporsinya. Karena saat diri kita bisa merasa sadar (aware), segala h...

Merawat Kejujuran

~ Perlahan lepaskan topeng karaktermu, Mulailah jujur pada dirimu ~ Sedari kecil kita sudah dididik untuk menjadi seseorang yang berperilaku baik. Entah itu berkata santun, jujur, sabar, tidak sombong, dermawan serta segala hal yang dianggap baik. Perangai tersebut menjadi pelajaran mendasar bagi kita semua. Namun, nyatanya untuk membiasakannya (re: perangai baik) juga tidak mudah. Karena peran orang tua menjadi hal penting dan utama dalam membentuk karakter anak-anaknya. Untuk menjadi orang tua (seperti yang pernah saya dengar) itu tidak mudah. Diperlukannya wawasan ataupun ilmu parenting yang cukup. Seperti saat melatih anaknya berkata jujur. Terkadang ketika kita mendengar kata “jujur” itu sudah menjadi hal yang terlalu biasa. Padahal untuk mambentuk karakter jujur pada seseorang itu butuh upaya yang tidak sebentar. We need a patience to form a good character. Membentuk karakter jujur itu butuh konsistensi. Semisal dari kecil kita sudah membiasakan berkata jujur, namun bukan b...

Bayang(an)

  Sepersekian detik, waktu terasa berhenti. Namun, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki. Tap, tap, tap Mendengarnya, membuat diriku bergetar dan harus mengatur detak jantung yang kian cepat berdetak. Menoleh ke kanan, ke kiri ternyata tidak ada wujud orang yang tertangkap mata. Jantungku kian cepat berdetak dari sebelumnya, bahkan detaknya mampu kudengar.  Tap, tap, tap, tap Diriku terbangun dari alam bawah sadar. Ternyata hanya mimpi. __ Seseorang mesti punya bayangan dalam kehidupannya masing-masing. Bayangan tentang seseorang, bayangan akan masa lalunya maupun bayangan akan kehidupannya mendatang. Tentu sudah jelas berbeda bukan?  Ya, berbeda dari segi waktu.  Perbincangan tentang dimensi waktu memang menjadi suatu hal klise. Kita biasa mendengar. Masa lalu, sekarang, dan masa depan. Pembagian dimensi waktu dari zaman bahela ya memang seperti itu.  Namun, yang berbeda hanyalah cara seseorang menyikapi 3 dimensi waktu itu. Ada yang berleha-leha menunggu ...

Pencarian

Aku tahu setiap orang di fase umur 20-an merasa bahwa dirinya dituntut untuk dewasa Setiap orang punya kekhawatiran masing-masing dengan masa depannya. Entah tentang jodohnya nanti, impian yang tak kunjung terwujud, atau circle pertemanan kian mengecil dan bisa saja kita mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata. Namun, sebenarnya di saat usia 20-an kita sedang mengalami fase pencarian jati diri untuk memperjuangkan impian dan kemandirian hidup.  Tanggung jawab kian terasa membebani pundak. Ekspektasi orang-orang seolah selalu membuat diri merasa tak berguna. Serta kekecewaan yang senantiasa mewarnai kehidupan kita menuju dewasa.  Sungguh, menjadi dewasa tak hanya mempersoalkan kesedihan, beban, dan hal-hal buruk yang seolah menunjukkan semesta begitu tak punya hati. Ada hal sederhana yang lupa kita syukuri, seperti saat Tuhan menghadirkan seseorang, entah siapa pun itu — dan ia merubah kita menjadi lebih baik dengan nasihat² kebaikan yang tak menyudutka...

TAMU

" Siapa pun yang hadir di kehidupanmu adalah tamu" Setiap langkahmu yang terlihat gontai dan tertatih, pasti kau akan menemukan seseorang yang menggenggam tanganmu dan mengajakmu bangkit. Dia akan selalu mendengarkan segala ceritamu. Bahkan saat kau tidak ingin bercerita pun, dia akan menagih cerita-cerita sederhana itu. Meski sebagai tamu, dia telah memberikanmu kesan indah. Hadirnya memang sebentar, namun kenangannya selalu mampu bisa terjaga dalam ingatan. Siapa pun kamu, yang sekarang, besok, lusa atau warsa berikutnya akan menjadi tamu untuk seseorang, jadilah tamu yang hadirnya selalu ditunggu dan pulangnya meninggalkan cinta.  Terima kasih untuk tamu(ku) yang senantiasa memberi makna bahagia dalam bingkai cerita yang sederhana.  Tahun 2022 baru saja membuka halaman baru. Rembulan pertama di warsa ini ter nyata begitu mengejutkan. Salam hangat,  untuk para pembaca♡ Semoga tamu kalian benar-benar orang pilihan Tuhan. Wsb, 13/01

Random Story [2]

 He isn't a fiction figure Everyone will love something or someone for sure. Cause the love is being a simple favour from Allah, the all-loving. Allah gives it to all human beings.  We can't choose whoever we will love. Nowadays, I feel love for someone that gives me a positive impact. He is Iqbaal Diafakhri Ramadhan, people usually call him Ibay or Ale.  He is a young figure that has many skills and achievements. I adore him because of it. I dunno, whereas his existence is far from me. Tomorrow is your birthday dear, December 28th. You're 22 years old. Tomorrow is a historical day for you. So, I just say 'happy birthday Ibay I hope all the best things for you. Sending virtual love♡ I've ever loved someone but made me disappointed. So, I love Ibay. Dear, Ibay

Random Story [1]

  In my childhood, I always could reach the parent's expectations from elementary school 'till senior high school (SHS). Almost all the parent's expectations I could get it. But that didn't mean, I'm perfect. Big no! I am still the same as myself in the past.  I never got the third rank from elementary school 'till SHS, I always got first or second rank. Because of that, they (read: my parent) always give me high expectations. When I was a child, anything about first or second rank is marvellous. But, when I'm 20 years old, that thing isn't everything. Nowadays when I wanna reach an expectation or a hope, I can get failures. This is a reality. Yash, one side of my parent's expectations always makes me more conscious than before. But on another side make me feel worried about that.  Dad mom, your girl always made you proud in past. But,  for now, please pray to me only, be a girl that can give benefit to the ones. Cause your blessing is important for ...

H I D U P

~ Hidup adalah tentang proses panjang makhluk hidup dan waktu berhentinya ditentukan Tuhan ~   Tidak ada yang tahu kapan nafas akan terhenti. Dunia seolah sebuah permainan teka-teki yang sukar ditebak. Sekali dua kali mungkin saja kita akan mengira sesuatu dan ternyata benar-benar terjadi. Manusia menjadi makhluk Tuhan yang kerap berprasangka memang. Tidak masalah sih kalau prasangkanya baik, nah kalo buruk gimana hayo ?? Semoga saja Tuhan menempatkan kita di circle orang yang punya positive-thinking. Dunia menjadi ruang luas bagi yang hidup, ya termasuk kita inilah, manusia. Diksi “hidup” kerap dijadikan guyonan/lelucon dengan istilah yang menyimpang secara harfiah. Kendati demikian, secara maknawi memang benar adanya bahwa hidup itu hanya proses menuju keabadian. Seperti dalam Bahasa Jawa, urip ki koyo mampir ngopi , urip mung mampir guyon, lsp. Banyak istilah yang menunjukkan bahwa hidup itu singkat. Lalu apa gunanya kita hidup tapi kalo sama diri sendiri aja belum bis...

K A T A

  SEPILIHAN KATA   Dalam beberapa sajak yang tertuang pada berlembar kertas putih. Sebuah puisi karya Joko Pinurbo dalam bukunya “Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu” mampu memukau pembaca. Puisi berjudul, Mata Air –   Di musim kemarau semua air di desa itu mengering. Perempuan-perempuan legam berbondong-bondong menggendong gentong menuju sebuah sendang di bawah pohon beringin di celah bebukitan. Tawa mereka yang renyah menggema nyaring di dinding-dinding tebing, pecah di padang-padang gersang.   Setelah berjalan lima kilometer jauhnya, mereka sampai di mata air yang tak pernah mati itu...   Puisi yang dikira menggambarkan sebuah kepedihan – tak terduga, tak terkira mata air di situ menggambarkan sebuah kebahagiaan bagi orang-orang yang mengharap kelimpahan air. Kata memang begitu ajaib saat seseorang mampu mengemasnya sedemikian penuh teka-teki.   Lain lagi dalam buku Kekasihku karya Joko Pinurbo pula, sebuah puisi berjudul Kepada Puisi...